Safari Ramadhan Wakil Ketua

Setiap bulan Ramadhan selalu disemarakkan Pemerintah Daerah dengan kegiatan “Safari Ramadhan”, kurang lebih maknanya menyemarakan masjid-masjid dengan berkunjung ke berbagai masjid di wilayah hukum Pemerintah Daerah. Ramadhan 1439 H kali ini Bupati Kabupaten Tanah Datar membagi tim safari ramadhan menjadi 20 tim.

Masing-masing Tim dipimpin oleh seorang ketua tim, Wakil Ketua Pengadila Agama Batusangkar  Dra. Hj. Jubaedah, S.H., M.H. ditunjuk Bupati Tanah Datar sebagai Ketua Tim VIII. Tim ini telah mengunjungi Masjid Al Hidayah di Bintungan, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto pada tanggal 21 Mei 2018 dan Masjid Baitul Amal di Koto Gadang Hilir, Nagari Padang Ganting, Kecamatan Padang Ganting pada tanggal 22 Mei 2018 lalu.

Pada kunjungan tersebut Wakil Ketua Pengadilan Agama Batusangkar menyampaikan sambutan Bupati Tanah Datar. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Safari Ramadham bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahim, menyampaikan informasi-informasi kepada masyarakat tentang pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan, penyampaian program pemerintah daerah serta menyerap aspirasi dan permasalahan-permasalahan yang berlangsung ditenngah masyarakat.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Batusangkar pada kesempatan tersebut juga menyampaikan informasi tentang lembaga peradilan agama, diantaranya tupoksi dan kewenangan Pengadilan Agama Batusangkar. Di kecamatan X Koto Wakil Ketua Pengadilan Agama Batusangkar mendapat pertanyaan tentang wilayah hukum Pengadilan Agama Batusangkar, meskipun wilayah ini merupakan wilayah Pemerintah Daerah Tanah Datar namun, untuk proses perkara di peradilan agama mereka masuk ke wilayah hukum Pengadilan Agama Padang Panjang. Hal ini tidak hanya terjadi di Kecamatan X Koto, beberapa kecamatan lain terutama di Sumatera Barat juga mengalami hal yang sama, adanya perbedaan yurisdiksi pengadilan dengan pemerintah daerah.

Perbedaan ini bukanlah sebuah masalah, karena kebijakan ini merupakan implementasi dari asas peradilan cepat dan biaya murah. Beberapa kecamatan akibat pemekaran dan pembentukan kabupaten/kota baru berada pada jarak yang berjauhan bahkan melintasi kota/kabupaten lain seperti Kecamatan X Koto yang berada di antara 3 (tiga) kota/kabupaten (Tanah Datar, Padang Panjang dan Agam). Sebelumnya Kecamatan X Koto sudah pernah menjadi yurisdiksi Pengadilan Agama Batusangkar dan hal ini mengakibatkan biaya berperkara yang mahal dan masyarakat harus menempuh jarak yang lama untuk berperkara, mengingat transportasi langsung Kecamatan X Koto-Batusangkar tidak ada. Asas peradilan cepat dan biaya murah tentu juga dipengaruhi oleh jarak wilayah, yang akan berimbas kepada biaya perkara, maka yurisdiksi juga mempertimbangkan posisi wilayah masing-masing kecamatan.(RA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *