Tugas Pokok dan Fungsi

Menerima, memeriksa, mengadili dan memutus serta menyelesaikan perkara antara orang-orang yang beragama Islam dalam bidang :

  • Perkawinan
  • Waris
  • Wasiat
  • Hibah
  • Wakaf
  • Zakat
  • Infaq
  • Shadaqoh
  • Ekonomi Syari’ah

Ruang lingkup bidang-bidang ini selanjutnya dijabarkan dalam Penjelasan Pasal 49. Bidang Perkawinan, meliputi:

  • Izin beristri lebih dari seorang
  • Izin melangsungkan perkawinan bagi orang yang belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun, dalam hal orang tua atau wali atau keluarga dalam garis lurus ada perbedaan pendapat
  • Dispensasi kawin
  • Pencegahan perkawinan
  • Penolakan perkawinan oleh Pegawai Pencatat Nikah
  • Pembatalan perkawinan
  • Gugatan kelalaian atas kewajiban suami atau istri
  • Perceraian karena talak
  • Gugatan perceraian
  • Penyelesaian harta bersama
  • Mengenai penguasaan anak-anak
  • Ibu dapat memikul biaya pemeliharaan dan pendidikan anak bilamana bapak yang seharusnya bertanggung jawab tidak memenuhinya.
  • Penentuan kewajiban memberi biaya penghidupan oleh suami kepada bekas istri atau penentuan suatu kewajiban bagi bekas istri
  • Putusan tentang sah atau tidaknya seorang anak
  • Putusan tentang pencabutan kekuasaan orang tua
  • Pencabutan kekuasaan wali
  • Penunjukan orang lain sebagai wali oleh pengadila dalam hal kekuasaan seorang wali dicabut
  • Menunjuk seoarang wali dalam hal seorang anak yang belum cukup umur 18 (delapan belas) tahun yang ditinggal kedua orang tuanya padahal tidak ada penunjukkan wali oleh orang tuanya
  • Pembebasan kewajiban ganti kerugian terhadap wali yang telah menyebabkan kerugian atas harta benda anak yang ada di bawah kekuasaannya
  • Penetapan asal-usul seorang anak
  • Putusan tentang hal, penolakan pemberian keterangan untuk melakukan perkawinan campuran
  • Pernyataan tentang sahnya perkawinan yang terjadi sebelum undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan dijalankan menurut peraturan yang lain 

Bidang Waris, meliputi:

  • Penentuan ahli waris
  • Penentuan harta peninggalan
  • Penentuan bagian masing-masing ahli waris
  • Pelaksanaan pembagian harta waris

Bidang wasiat, yaitu perbuatan seseoarang memberikan suatu benda atau manfaat kepada orang lain atau lembaga/badan hukum, yang berlaku setelah orang yang memberi tersebut meninggal dunia.

Bidang hibah, yaitu pemberian suatu benda secara sukarela dan tanpa imbalan dari seseorang atau badan hukum kepada orang lain atau badan hukum untuk memiliki.

Bidang wakaf, yaitu Perbuatan seseorang atau sekelompok orang (wakil) untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harga benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/ ataukesejahteraan umum menurut syari’ah.

Bidang zakat, yaitu Harta yang wajib disisihkan oleh seoarang muslim atau badan hokum yang dimiliki oleh orang muslim sesuai dengan ketentuan syari’ah untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya.

Bidang infak, yakni Perbuatan seorang memberikan sesuatu kepada orang lain guna menutupi kebutuhan, baik berupa makanan, minuman, mendermakan, memberikan sebagian rezeki (karunia) yang dimiliki atau menafkahkan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas, dan karena Allah Subhanahu Wata’ala.

Bidang sadaqah, yakni perbuatan seseorang memberikan sesuatu kepada orang lain atau lembaga/badan hukum secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu dengan mengharap ridha Allah Subhanahu Wata’ala dan pahala semata.

Bidang ekonomi syari’ah, meliputi:

  • Bank Syari’ah
  • Lembaga Keuangan Syari’ah
  • Asuransi Syari’ah
  • Reasuransi Syari’ah
  • Reksa Dana Syari’ah
  • Obligasi Syari’ah dan Surat Berharga Berjangka Menengah Syari’ah
  • Sekuritas Syari’ah
  • Pembiayaan Syari’ah
  • Pegadaian Syari’ah
  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan Syari’ah
  • Bisnis Syari’ah

Comments are closed