Kunjungi PA Batusangkar, Ketua PTA Padang Berikan Pembinaan dan Penguatan Hadapi Desk Evaluasi WBBM

Batusangkar, 05 & 06 Agustus 2026
Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Padang, Dr. Chazim Maksalina, M.H., melaksanakan kunjungan pembinaan ke Pengadilan Agama (PA) Batusangkar sebagai bentuk dukungan dan penguatan kepada seluruh aparatur dalam menghadapi tahapan Desk Evaluasi/Wawancara Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Kunjungan tersebut dilaksanakan setelah PA Batusangkar dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi pembangunan Zona Integritas menuju WBBM. Tahapan berikutnya yang akan dihadapi adalah Desk Evaluasi/Wawancara sesuai jadwal yang ditetapkan oleh TPN Kementerian PANRB.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua PTA Padang didampingi oleh Sekretaris PTA Padang, Dr. Mukti Ali, S.Ag., M.H., serta Kepala Bagian Umum dan Keuangan PTA Padang, Ismail, S.H.I., M.A., C.Md. Kehadiran rombongan disambut oleh Ketua Pengadilan Agama Batusangkar beserta Wakil Ketua, para hakim, pejabat struktural dan fungsional serta seluruh aparatur Pengadilan Agama Batusangkar.

Mengawali pembinaannya, Dr. Chazim Maksalina menyampaikan apresiasi atas keberhasilan PA Batusangkar melewati tahapan seleksi administrasi. Menurut beliau, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh aparatur dalam membangun Zona Integritas. Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa tahapan selanjutnya membutuhkan kesiapan yang lebih matang karena penilaian tidak hanya melihat dokumen, tetapi juga implementasi budaya kerja, kualitas pelayanan, serta komitmen seluruh aparatur.
Dalam arahannya, Ketua PTA Padang menegaskan bahwa terdapat tiga prinsip utama yang harus menjadi pedoman setiap aparatur dalam menjalankan tugas, yaitu bekerja berdasarkan ilmu, bekerja dengan iman, dan bekerja dengan etika.
Beliau menjelaskan bahwa bekerja berdasarkan ilmu berarti setiap aparatur harus terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kemampuan intelektual untuk diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Bekerja dengan iman menjadi pondasi moral agar setiap pekerjaan dilaksanakan dengan penuh kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan. Sementara bekerja dengan etika merupakan bentuk profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun dalam berinteraksi di lingkungan kerja. Ketiga prinsip tersebut harus berjalan seiring dan saling melengkapi dalam mewujudkan pelayanan peradilan yang berkualitas.
Ketua PTA Padang juga menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pembangunan Zona Integritas. Sebagai satuan kerja yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), PA Batusangkar harus mampu menjadikan integritas sebagai budaya kerja yang mendarah daging dalam setiap aktivitas. Beliau juga mengingatkan seluruh aparatur agar bijak dalam menggunakan media sosial dengan selalu melakukan cek fakta sebelum membagikan informasi.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya profesionalitas, khususnya bagi para hakim yang harus terus menjaga kualitas penerapan hukum acara sebagai standar utama dalam menjalankan tugas yudisial. Profesionalisme seluruh aparatur juga harus tercermin melalui disiplin kerja, kompetensi, dan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Padang, Dr. Mukti Ali, S.Ag., M.H., menekankan dua hal utama yang harus menjadi perhatian seluruh aparatur PA Batusangkar dalam menghadapi Desk Evaluasi WBBM, yaitu integritas dan kualitas pelayanan.
Beliau menyampaikan bahwa integritas harus menjadi budaya kerja yang melekat pada setiap aparatur, mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai. Setiap individu harus memiliki komitmen yang sama dalam membangun Zona Integritas, memahami nilai-nilai WBK dan WBBM, serta menunjukkan implementasinya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Selain itu, beliau menegaskan bahwa kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan melalui penguatan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat, optimalisasi publikasi program dan capaian kinerja, evaluasi berkelanjutan terhadap inovasi yang telah berjalan, serta penyediaan fasilitas pelayanan yang semakin lengkap dan ramah bagi seluruh pengguna layanan. Menurutnya, pelayanan yang prima merupakan wujud nyata komitmen Pengadilan Agama Batusangkar dalam menghadirkan peradilan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menutup pembinaannya, Dr. Chazim Maksalina mengajak seluruh keluarga besar PA Batusangkar untuk menjaga semangat, kekompakan, dan komitmen dalam menghadapi Desk Evaluasi WBBM. Beliau optimistis, dengan kerja sama seluruh aparatur serta implementasi Zona Integritas yang telah berjalan secara konsisten, PA Batusangkar mampu memberikan hasil terbaik pada tahapan penilaian oleh Tim Penilai Nasional Kementerian PANRB.
Kegiatan pembinaan ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan seluruh aparatur Pengadilan Agama Batusangkar dalam menghadapi Desk Evaluasi/Wawancara WBBM sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan peradilan yang profesional, berintegritas, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (FY)